Kebumen | Sidikfakta.com – Seorang siswa salahsatu Sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMPN ) Kebumen mendapat perlakuan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual oleh empat ( 4 ) orang siswa SMK dan SMP . Akibatnya korban mengalami trauma berkepanjangan, dan keempat terduga pelaku telah dilaporkan ke unit PPA Polres Kebumen. (12/01/25).
Akibat Pelecehan Seksual Yang Dilakukan Oleh Empat Orang Pelajar Terhadap Siswa SMP Di Kebumen Berakibat Trauma Berkepanjangan
FIP selaku korban, kepada awak media menceritakan bahwa,
” Kejadian itu sewaktu saya bersama para pelaku sedang memancing diarea persawahan dekat perumahan pada hari Minggu, 8 September 2024 sekira pukul 16.30, saya disuruh membeli senar ( tali ) pancing, dan saya menuruti permintaan para pelaku untuk membelikan senar ( tali ) pancing, namun setelah saya kembali saya malah diperlakukan tidak senonoh, dengan cara saya dibanting, dan celana saya dibukak paksa, dan selanjutnya kemaluan saya dikocok oleh para pelaku ” paparnya.
Lebih lanjut FIP mengatakan bahwa,
” Saat itu saya tidak bisa berbuat banyak dengan melawan atau apapun, karena saya diperlakukan oleh empat ( 4 ) orang yang badannya lebih besar dari saya, dan saya juga takut kepada mereka karena saya juga diancam oleh para pelaku diantaranya DM, RZ, AP dan SR ” terangnya.
Orang tua korban SJ mengetahui kejadian itu ketika SIP kembali kerumah dan mengadu kepada orang tua. Bahwa ia telah mendapatkan perlakuan tidak senonoh oleh teman – temannya yang kesemuanya merupakan tetangga korban.
Baca Juga : PW FRN Counter Polri Resmi Laporkan SPBU PT KSO 14-283-6109 Dan SPBU 14-284-655 Simpang Pulai Ke Pihak Pertamina Pekanbaru.
Kemudian ia melaporkan kejadian itu kepada RT setempat agar mendapat keadilan dalam masyarakat.
Namun setelah melakukan mediasi oleh pihak RT. Para pelaku justru selalu membuly korban.
Sehingga korban semakin minder dalam bergaul dengan teman temannya, dan menjadi trauma berkepanjangan.
Selanjutnya menceritakan kejadian itu kepada tetangga yang ia anggap mampu memberikan pendapat agar anaknya mendapat keadilan. Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib pada 9 Januari 2025.
SJ yang merupakan orang tua korban kepada awak media berharap, bahwa
” Saya melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian karena saya ingin mendapat keadilan yang seadil – adilnya terhadap anak saya. Karena anak saya mengalami trauma, sementara para pelaku masih juga membuly anak saya, dan hal itu membuat kami merasa terhina oleh ulah para pelaku ” pungkasnya.
// Purwo Santoso //